Oleh: Arie Widowati
Sahur sering kali dianggap sekadar “pengganjal” sebelum imsak. Padahal, sahur adalah fondasi energi kita sepanjang hari. Jika fondasinya kuat, insyaAllah puasa terasa lebih ringan, fokus lebih terjaga, dan ibadah lebih maksimal. Maka tahun ini, mari kita ubah cara pandang: sahur bukan asal kenyang, tapi harus cerdas dan menyehatkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata barakah di sini bukan hanya soal pahala, tetapi juga kebaikan yang bertambah dan manfaat yang meluas. Sahur yang baik bukan sekadar menunda lapar, tetapi menguatkan tubuh agar mampu beribadah dengan optimal.
Allah juga berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menjadi prinsip utama sahur sehat: cukup, seimbang, dan tidak berlebihan.
🍽️
Ide Menu Sahur Sehat dan Praktis
Berikut beberapa
ide sahur yang bisa dicoba:
1. Karbohidrat kompleks
Pilih nasi merah, oatmeal, roti gandum,
atau kentang rebus. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga energi
lebih stabil dan tidak cepat lapar.
2.
Protein berkualitas
Telur, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, atau
ikan sangat baik untuk menjaga rasa kenyang lebih lama. Protein membantu
mempertahankan massa otot dan menjaga stamina selama puasa.
3.
Serat dan sayur
Tambahkan tumis sayur, lalapan, atau sup
bening. Serat membantu pencernaan lebih lancar dan membuat perut terasa nyaman.
4.
Buah dan air putih yang cukup
Pilih buah yang mengandung banyak air
seperti semangka, melon, atau pepaya. Jangan lupa minum air putih minimal 2–3
gelas saat sahur untuk mencegah dehidrasi.
5.
Kurangi gula berlebihan
Minuman manis memang menggoda, tetapi gula
berlebih bisa membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Lebih baik pilih
madu secukupnya atau kurma dalam jumlah wajar.
Rasulullah ﷺ
sering berbuka dan bersahur dengan kurma. Selain sunnah, kurma juga mengandung
gula alami dan serat yang baik untuk tubuh.
Jangan Lewatkan Waktu Sahur
Selain menu, waktu
juga penting. Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur adalah sunnah yang
membawa keberkahan. Sahur mendekati waktu imsak membantu tubuh memiliki
cadangan energi lebih optimal.
Namun yang tak
kalah penting adalah niat. Sahur bukan sekadar makan dini hari, tetapi bagian
dari ibadah. Bahkan bangun untuk sahur saja sudah bernilai pahala jika
diniatkan karena Allah.
Sahur
dan Spirit Pengendalian Diri
Sahur sehat juga
bagian dari latihan pengendalian diri. Kita belajar memilih yang baik, bukan
sekadar yang enak. Kita belajar cukup, bukan berlebihan. Puasa bukan ajang
“balas dendam” makan, tetapi momentum menata pola hidup.
Sahur yang cerdas membuat tubuh ringan, pikiran jernih, dan hati lebih siap menyambut hari dengan sabar. Dengan tubuh yang sehat, shalat lebih khusyuk, tilawah lebih fokus, dan aktivitas tetap produktif.
“Sahur bukan
tentang seberapa banyak yang kita makan, tetapi seberapa bijak kita memilih.”
Mari jadikan sahur tahun ini lebih terencana. Lebih sehat. Lebih berkah. Karena Ramadhan bukan hanya detoks hati, tetapi juga detoks pola hidup.
Semoga setiap suapan sahur menjadi energi ibadah, setiap tegukan air menjadi penguat kesabaran, dan setiap niat yang kita luruskan menjadi jalan keberkahan.
“Challenge Menulis IIDN”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar