Oleh Arie Widowati
Ramadhan sering
kali identik dengan rasa kantuk di siang hari, tubuh yang terasa lebih lambat,
atau kepala yang sedikit berat menjelang berbuka. Padahal, sejatinya puasa
bukan alasan untuk kehilangan produktivitas. Justru, bulan suci ini adalah
momen terbaik untuk menata ulang gaya hidup agar lebih sehat, lebih teratur,
dan lebih penuh kesadaran.
“Wahai orang-orang
yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:
183)
Tujuan puasa adalah takwa. Dan untuk mencapai takwa yang optimal, kita membutuhkan tubuh yang kuat dan pikiran yang jernih. Ibadah yang khusyuk, tilawah yang konsisten, hingga aktivitas harian yang tetap berjalan baik—semuanya membutuhkan energi. Maka, menjaga kebugaran saat puasa bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga bagian dari ikhtiar spiritual.
1.
Sahur Berkualitas, Energi Tahan Lama
Rasulullah
ﷺ bersabda:
“Bersahurlah
kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sahur bukan formalitas. Ia adalah “bahan bakar” utama kita sepanjang hari. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, oatmeal, atau roti gandum agar energi dilepas perlahan dan tidak cepat habis. Tambahkan protein (telur, ikan, ayam, tahu, tempe) untuk menjaga rasa kenyang lebih lama. Jangan lupakan serat dari sayur dan buah agar pencernaan tetap lancar.
Perbanyak minum air putih secara bertahap, bukan sekaligus. Hindari terlalu banyak makanan manis dan gorengan saat sahur karena bisa memicu rasa lapar lebih cepat serta membuat tubuh mudah lemas.
2.
Atur Pola Tidur dengan Bijak
Ramadhan sering
membuat jam tidur berubah. Tarawih, tadarus, lalu bangun sahur—semuanya
membutuhkan manajemen waktu yang baik. Usahakan tidur lebih awal agar tetap
mendapatkan kualitas istirahat yang cukup. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu
istirahat siang 15–20 menit sebagai power nap untuk memulihkan energi.
Tubuh yang cukup tidur akan lebih stabil emosinya, lebih fokus, dan tidak mudah tersinggung—hal yang sangat penting saat sedang menahan diri dalam puasa.
3.
Tetap Aktif Bergerak
Puasa bukan
berarti berhenti berolahraga. Aktivitas ringan seperti berjalan santai
menjelang berbuka, yoga ringan, atau stretching setelah tarawih dapat membantu
menjaga metabolisme tetap aktif.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang kuat
lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR. Muslim)
Kekuatan di sini mencakup kekuatan iman, mental, dan fisik. Dengan tubuh yang sehat, kita lebih mudah bangun malam, lebih ringan melangkah ke masjid, dan lebih fokus dalam bekerja.
4.
Berbuka Secukupnya, Bukan Berlebihan
Saat adzan maghrib
berkumandang, godaan terbesar adalah “balas dendam” makanan. Padahal Rasulullah
ﷺ mencontohkan berbuka dengan yang sederhana: kurma dan air.
Mulailah dengan
yang manis alami seperti kurma, minum air putih, lalu beri jeda sebelum makan
besar. Hindari makan berlebihan karena perut yang terlalu penuh justru membuat
tubuh terasa berat saat tarawih.
5.
Jaga Kesehatan Mental dan Hati
Energi kita tidak
hanya berasal dari makanan, tetapi juga dari pikiran dan hati yang tenang.
Kurangi perdebatan, hindari konflik yang tidak perlu, dan isi waktu dengan
tilawah, dzikir, atau membaca hal-hal yang menguatkan iman.
Ramadhan adalah bulan latihan pengendalian diri. Ketika hati tenang, tubuh pun terasa lebih ringan. Ketika pikiran positif, energi pun terasa cukup.
Pada akhirnya, kebugaran saat puasa adalah kombinasi antara pola makan yang tepat, istirahat yang cukup, aktivitas yang terjaga, dan hati yang bersih.
“Puasa yang
berkualitas lahir dari hati yang tertata dan tubuh yang terjaga.”
Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita bukan hanya lebih sabar dan lebih taat, tetapi juga lebih sehat dan lebih kuat. Karena ibadah terbaik lahir dari jiwa yang khusyuk dan raga yang bugar.
#Challenge Menulis IIDN
#IIDN #IIDNRamadanChallenge #Day2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar